Agrinas Jaladri Salurkan Bantuan 19.500 Benih Nila Salin untuk Dukung Penguatan Ekonomi Pembudidaya di Subang

Subang, 6 Mei 2026 — PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor perikanan nasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyalurkan bantuan berupa 19.500 benih ikan nila salin kepada pembudidaya lokal di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Bantuan tersebut diberikan kepada dua pembudidaya lokal, yakni Bapak Ade dan Ibu Hj. Warsini, yang selama ini memiliki pengalaman serta rekam jejak yang baik dalam pengelolaan budidaya perikanan di wilayah Subang. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas budidaya, memperkuat keberlangsungan usaha masyarakat pesisir, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.

Keterangan foto (kiri-kanan): Abdulloh (Wakil Ketua Maritim Muda Nusantara), Ade (Pembudidaya), Viera Lovienta (PR & CSR Manager Agrinas Jaladri), Perwakilan Hj, Warsini (Pembudidaya), Kaisar Akhir (Ketua Umum Maritim Muda Nusantara).

Program ini turut dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Maritim Muda Nusantara yang berperan dalam mendukung penerapan teknis di lapangan serta melakukan monitoring terhadap perkembangan benih nila salin guna memastikan proses budidaya berjalan optimal, terukur, dan berkelanjutan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor perikanan, Agrinas Jaladri memandang bahwa dukungan terhadap pembudidaya memiliki peran penting dalam memperkuat rantai ekonomi sektor perikanan nasional. Pembudidaya merupakan salah satu elemen utama dalam menjaga keberlanjutan produksi perikanan, ketahanan pangan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Pemberian bantuan benih ikan nila salin menjadi salah satu langkah strategis karena komoditas nila salin memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan dan adaptif terhadap lingkungan perairan payau. Selain memiliki tingkat permintaan pasar yang terus meningkat, budidaya nila salin juga dinilai mampu menjadi alternatif usaha perikanan yang produktif bagi masyarakat pesisir.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Agrinas Jaladri meyakini bahwa program TJSL tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan semata, tetapi juga harus mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang nyata melalui kolaborasi, pendampingan, serta penguatan kapasitas masyarakat penerima manfaat.

“Dukungan terhadap pembudidaya lokal merupakan bagian penting dari upaya bersama dalam memperkuat sektor perikanan nasional. Kami berharap bantuan benih nila salin ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas budidaya, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan,” ujar Viera, Public Relations & CSR Manager, selaku perwakilan manajemen Agrinas Jaladri yang menyalurkan bantuan.

Kedepannya, Agrinas Jaladri akan terus mendorong berbagai inisiatif TJSL yang selaras dengan pengembangan sektor kelautan dan perikanan nasional, termasuk melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi rakyat, serta dukungan terhadap pembangunan ekosistem perikanan yang produktif dan berkelanjutan.

 

  • Informasi lainnya

Belum ada konten untuk kategori ini

Bangun Negeri dari Desa: KNMP 2026 Resmi Membuka Rekrutmen Nasional
Rekrutmen KNMP 2026 resmi dibuka! Kesempatan bagi talenta terbaik bangsa untuk berkontribusi membangun desa melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.
Berita 15 Apr 2026
Rayakan Satu Tahun Transformasi, Agrinas Jaladri Tegaskan Arah Strategis Menuju Ekosistem Perikanan Terintegrasi
Memasuki satu tahun perjalanan, Agrinas Jaladri meneguhkan komitmennya dalam membangun ekosistem perikanan nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Berita 13 Apr 2026
Kembangkan Ekosistem Perikanan Terintegrasi, Agrinas Jaladri Pererat Sinergi dengan Media Nasional
Agrinas Jaladri Nusantara memperkuat komitmen pengembangan ekosistem perikanan terintegrasi melalui kolaborasi dengan media, guna mendukung transformasi sektor perikanan dan ketahanan pangan nasional.
Berita 12 Mar 2026